Masjid Cheng Ho Surabaya, Masjid Unik Berbentuk Klenteng

Rabu, 08 Januari 2014

     Jika kemarin saya sudah mengajak Anda untuk menjelajah Malang dan sekitarnya, sekarang saya akan mengajak Anda untuk melancong ke Surabaya. Saya akan ajak Anda untuk mengagumi arsitektur masjid yang terletak di kota tersibuk kedua setelah Jakarta ini. Bagi Anda penggemar arsitektur, mungkin tempat ini bisa Anda masukkan list tempat yang harus Anda kunjungi.

Apa yang kita dapat?
     Jika Anda berlibur ke Surabaya, Anda bisa mengunjungi sebuah masjid unik disana. Sebuah masjid yang sekilas terlihat berbentuk seperti klenteng, ada di Surabaya. Tepatnya di Jalan Gading No. 2, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng Surabaya.
     Masjid ini didirikan oleh masyarakat muslim Tionghoa pada tahun 2001, namun baru selesai dan diresmikan pada tahun 2003. Masjid ini dibangun untuk menghormati Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho berhasil menjalin hubungan baik dengan beberapa kerajaan di belahan dunia, termasuk Indonesia. Beliau mengemban tugas dari negara China, dari Raja Dinasti Ming sebagai Duta Perdamaian. Beliau mengunjungi Kerajaan Majapahit dan menjalin hubungan perdagangan yang baik dengan kerajaan tersebut. Dalam melaksanakan tugasnya, beliau juga menyebarkan ajaran Islam. Oleh karena itu penamaan masjid Cheng Ho ini digunakan masyarakat muslim Tionghoa untuk menghormati beliau, yang telah berjasa pula dalam penyebaran agama Islam.

     Sekilas, masjid ini terlihat seperti bangunan tempat beribadah umat Tri Dharma yakni klenteng. Arsitekturnya mengambil inspirasi dari Masjid Niu Jie di Beijing, China yang dibangun tahun 996 Masehi. Warna – warna yang terlihat di masjid inipun kental dengan nuansa budaya China, seperti warna merah, kuning, hijau, biru. Juga terdapat relief naga dan patung singa dari lilin, yang merupakan simbol – simbol budaya China. Masjid ini juga banyak dihiasi dengan ornamen – ornamen khas Tiongkok. Selain budaya China, masjid ini juga memperlihatkan budaya Jawa pada dindingnya. Luas keseluruhan bangunan ini adalah 21 x 11 meter dengan bangunan utama masjid ini seluas 11 x 9 meter.
     Setiap bagian dari masjid ini, memiliki arti filosfis tersendiri. Misalnya, luas bangunan utama 11 x 9 meter. Angka 11 ini mengikuti luas Ka’bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS, sedangkan 9 merupakan jumlah Wali Songo, yakni wali yang menyebarkan Agama Islam di tanah Jawa. Lalu, anak tangga yang berada di serambi masjid berjumlah 5 buah mencerminkan rukun Islam. Sedangkan anak tangga di dalam masjid, berjumlah 6 yang merefleksikan rukun iman.
     Banyak sekali wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke masjid ini, untuk sekedar melihat kekayaan budaya Indonesia ini. Mereka tertarik untuk mengunjungi masjid ini. Masjid ini menunjukkan betapa beragamnya budaya Indonesia yang indah untuk dilihat.

Transportasi
     Masjid Cheng Ho ini terletak di tengah Kota Surabaya, di Jalan Gading No. 2, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng Surabaya atau 1000 meter dari Balai Kota Surabaya. Letaknya di depan HI-TECH Mall. Anda dapat menyewa kendaraan, menggunakan taxi atau mengendarai kendaraan pribadi Anda untuk sampai ke lokasi.

Tips
     Di sana Anda dapat berbelanja, sebagai oleh – oleh untuk keluarga Anda di rumah. Diantaranya di Pasar Genteng. Disini banyak penjual makanan khas Surabaya seperti rujak cingur, otak – otak, bandeng asap dan lain – lain.

Akomodasi
     Ada banyak hotel mewah yang berada di dekat kawasan Masjid Cheng Ho ini. Diantaranya Hotel Garden Palace, Hotel Santika, dan lain – lain.

0 komentar :

Posting Komentar